studiopena.com, Jakarta – Bukan hanya sektor penerbangan yang terkena dampak perang Iran vs Israel dan AS, tapi juga sejumlah kapal pesiar. Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB mengatakan kepada AFP bahwa 15.000 penumpang kapal pesiar terjebak di kawasan Teluk Arab dengan kapal dari beberapa operator, termasuk MSC, TUI, Celestyal dan AROYA, kini berlabuh di pelabuhan-pelabuhan utama.
Mengutip Euronews, Kamis (12/3/2026), kapal pesiar tidak bisa meninggalkan dermaga di Dubai, Doha, dan Abu Dhabi. Perusahaan pelayaran juga bekerja ‘sepanjang waktu’ untuk memulangkan penumpang melalui udara atau rute aman lain yang tersedia.
Di sisi lain, dengan tidak berfungsinya kapal tersebut, sejumlah pelayaran Eropa yang akan datang telah dibatalkan. Pada hari Senin, 9 Maret 2026, perusahaan pelayaran Yunani Celestyal mengonfirmasi bahwa kapalnya tetap berada di Teluk dengan Celestyal Discovery saat ini berada di Dubai dan Celestyal Journey di Doha.
Perusahaan mengatakan bahwa penumpang telah turun dengan selamat di Dubai dan penumpang yang tersisa di Celestyal Journey diperkirakan akan meninggalkan kapal di Qatar “dalam 24 jam ke depan”.
“Kedua kapal tetap beroperasi penuh dan siap berlayar,” kata Celestyal dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa keberangkatan mereka dari wilayah tersebut akan dilakukan “sesuai dengan arahan dari otoritas terkait”. Namun, gangguan tersebut memaksa Celestyal membatalkan dua kapal pesiar pulau Yunani ‘Ikon Aegean’ yang dijadwalkan berangkat akhir bulan ini.

