Rekomendasi olahraga untuk penderita diabetes

Rekomendasi olahraga bagi pengidap diabetes

Jakarta (studiopena.com) – Mengelola diabetes tidak hanya bergantung pada pilihan makanan, tetapi juga rutinitas fisik yang benar. Aktivitas olahraga yang dilakukan secara konsisten terbukti membantu menjaga kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memperkuat kesehatan jantung.

Namun, tidak semua jenis olahraga aman dilakukan setiap orang, terutama bagi penderita diabetes yang memiliki kondisi tubuh berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis olahraga yang paling aman dan efektif untuk menjadikan kebiasaan jangka panjang.

Berikut jenis olahraga bagi penderita diabetes, serta tips olahraga yang aman berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber.

Rekomendasi olahraga yang baik dan aman untuk diabetes

1. Berjalan cepat

Jalan cepat merupakan salah satu olahraga yang paling mudah dilakukan karena tidak memerlukan peralatan khusus. Meski sederhana, manfaatnya cukup besar dalam membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang rutin jalan cepat minimal 30 menit per hari, lima kali seminggu (total 150 menit), mengalami peningkatan signifikan dalam pengendalian gula darah.

2. Latihan diabetes

Jenis olahraga ini memadukan gerakan tubuh dengan irama musik, sehingga terasa lebih ringan dan menyenangkan. Senam diabetes membantu melancarkan aliran udara dalam tubuh, menunjang metabolisme, dan meningkatkan efektivitas kerja insulin. Gerakannya mirip dengan olahraga pada umumnya, fokus pada peregangan dan relaksasi otot dan persendian sehingga cocok dilakukan secara rutin.

3.Yoga

Yoga menjadi pilihan olahraga yang aman bagi penderita diabetes karena tidak hanya menguatkan tubuh, tapi juga menenangkan pikiran. Gerakan-gerakan tersebut membantu meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan dan kekuatan otot.

Dari segi kesehatan, yoga dapat menurunkan tingkat stres, meningkatkan fungsi saraf, dan membantu tubuh merespons insulin dengan lebih baik. Frekuensi olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh, dan hasilnya akan lebih optimal jika diimbangi dengan pola makan yang sehat.

4. Hiking atau mendaki

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *