studiopena.com, Jakarta – DJI mengajukan gugatan terhadap Departemen Pertahanan AS (Pentagon) karena menyebut produsen drone tersebut sebagai perusahaan militer China yang mengancam keamanan nasional.
Dalam pengajuannya, DJI mengatakan pihaknya menentang “penunjukan” tersebut karena perusahaan tersebut tidak dimiliki atau dikendalikan oleh militer Tiongkok. Demikian dikutip dari Engadget, Senin (21/10/2024).
Perusahaan ini menggambarkan dirinya sebagai penjual drone komersial dan konsumen terbesar, banyak di antaranya digunakan oleh petugas tanggap darurat, pemadam kebakaran dan kepolisian, bisnis, dan penghobi.