“Keberadaan induk dan anak Badak Jawa yang terekam melalui kamera jebakan menunjukkan bahwa habitat di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga dengan baik. Selain itu, pengamanan kawasan yang kuat dan konsisten serta dukungan kerjasama dari berbagai pihak menjadi faktor kunci yang memungkinkan Badak Jawa dapat berkembang biak secara alami,” ujarnya pada Rabu, 4 Februari 2026, dikutip dari rilis yang diterima. Gaya Hidup studiopena.com.
Berdasarkan hasil analisis awal tim, induk Badak Jawa yang tercatat diduga bernama Arum, individu yang telah teridentifikasi sebelumnya dalam sistem pemantauan. Sedangkan anak Badak Jawa yang tercatat merupakan individu baru dengan perkiraan umur kurang dari lima bulan.
Balai Besar Taman Nasional Ujung Kulon akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap induk dan anak Badak Jawa, serta seluruh populasi Badak Jawa di kawasan tersebut. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan patroli, pemantauan berbasis teknologi, pengelolaan habitat, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra konservasi, LSM, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat.

