• Buah-buahan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, melon, tomat, dan stroberi, membantu penyerapan zat besi
Selain melalui makanan, anemia akibat kekurangan zat besi juga dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi secara rutin sesuai anjuran petugas kesehatan.
Langkah preventif lain yang tidak kalah pentingnya adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, memenuhi kebutuhan zat besi selama hamil, dan menjaga berat badan ideal serta rutin melakukan aktivitas fisik.
Cara mengatasi dan pilihan pengobatan anemia
Pengobatan anemia disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa metode pengobatan yang umum digunakan.
1. Tingkatkan asupan zat besi
Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, hati, sayuran hijau, dan kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan kadarnya dalam tubuh. Jika asupan makanan Anda tidak mencukupi, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi.
2. Memenuhi kebutuhan vitamin B12
Vitamin B12 dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah yang sehat. Nutrisi ini banyak ditemukan pada daging, ikan, dan produk susu. Pada kondisi defisiensi yang parah, dokter mungkin menyarankan penggunaan suplemen atau pemberian vitamin B12 melalui suntikan.
3. Konsumsi asam folat

