Olahraga teratur terbukti meningkatkan kualitas tidur. Hasil meta-analisis tahun 2021 menunjukkan aktivitas fisik berdampak positif terhadap pola istirahat.
Faktanya, pada individu sehat, olahraga dengan intensitas sedang yang dilakukan sekitar dua hingga empat jam sebelum tidur umumnya tidak mengganggu waktu istirahat.
9. Ubah posisi tidur
Jika mimpi buruk kerap mengganggu Anda, mengubah posisi tidur bisa menjadi pilihan sederhana. Sebuah penelitian skala kecil pada tahun 2004 menemukan bahwa tidur miring ke kiri lebih sering dikaitkan dengan mimpi tidak menyenangkan dibandingkan tidur miring ke kanan. Sedangkan posisi tengkurap cenderung memicu mimpi dengan intensitas emosi yang lebih kuat.
10. Kelola kecemasan
Kondisi psikologis juga mempengaruhi isi mimpi. Penelitian pada tahun 2021 terhadap 76 orang dewasa menunjukkan bahwa individu dengan gangguan kecemasan lebih sering mengalami mimpi buruk dan emosi negatif saat tidur. Pendekatan seperti terapi perilaku kognitif dapat membantu mengurangi mimpi yang mengganggu.
Baca juga: Memahami Proses Mimpi dan Cara Mencegah Mimpi Buruk
Baca juga: Tidur Berkualitas atau Tidak Bermimpi? Inilah penjelasannya
Baca juga: Camilan tertentu bisa memicu mimpi buruk jika dimakan sebelum tidur
Reporter: Sean Anggiatheda Sitorus
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © studiopena.com 2026
Dilarang keras mengambil konten, crawling, atau pengindeksan otomatis AI pada situs ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita studiopena.com.

