Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis tentang tren ancaman dunia maya global serta perkembangan teknologi AI terkini.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher menekankan, kurikulum yang disiapkan bersifat adaptif dan memadukan penguasaan teknologi perangkat lunak dan perangkat keras.
“Ancaman siber di masa depan diproyeksikan menjadi lebih kompleks dan terorganisir dengan memanfaatkan AI,” ujarnya.
Fokus pada Kesiapan SDM dan Ancaman AI
Patrick menilai AI tidak hanya sekedar alat pertahanan, namun juga berpotensi digunakan oleh pelaku kejahatan untuk meningkatkan skala serangan.

