Site icon studiopena

Desainer Vivi Zubedi Mengawali Produk Produknya, 1 Orang Menjadi Tersangka dan Akan Meningkat

Desainer Vivi Zubedi Mengawali Produk Produknya, 1 Orang Menjadi Tersangka dan Akan Meningkat


Dengan bukti dalam bentuk tangkapan layar penjualan, faktur, dan produk fisik buatan, data akun dan alamat, tim hukum Vivizubedi kemudian berkonsultasi dengan pihak berwenang dan Institut Perlindungan Perlindungan Intelektual untuk mengambil upaya hukum. Pada 14 November 2024, Vivizubedi secara resmi melaporkan kasus tersebut kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Republik Indonesia.

“Laporan ini diajukan berdasarkan dugaan pelanggaran Pasal 113 UU No. 28 tahun 2014 tentang hak cipta. Semua bukti digital dan fisik, termasuk identitas pihak yang diduga terlibat, telah diserahkan kepada pihak berwenang,” kata perwakilan Vivizubedi.

Direktur Jenderal KI yang menyelidiki kasus ini, ia melanjutkan, berhasil menemukan bukti tambahan serta tempat untuk penjualan dan penyimpanan produk palsu, salah satunya terletak di Samarinda, Kalimantan Timur. Setelah bukti sudah cukup, Direktur Jenderal KI kemudian meningkatkan proses ke tingkat penyelidikan dan menetapkan tersangka.

“Pada tanggal 26 Juni 2025, Ms. Vivi Zubedi diperiksa sebagai korban pelanggaran hak cipta. Sebagai bentuk transparansi kepada publik, pada 30 Juni 2025, pernyataan resmi dibuat langsung oleh Ms. Vivi Zubedi melalui akun Instagram.

Exit mobile version