“Apa yang kita lihat saat ini bukanlah pengetatan sementara, melainkan guncangan besar yang berasal dari rantai pasokan memori, dengan efek domino yang menyebar ke seluruh industri elektronik konsumen,” kata Francisco Jeronimo, pemimpin riset perangkat seluler di IDC, dalam laporannya.
IDC memproyeksikan rata-rata harga jual smartphone akan melonjak 14% pada tahun 2026, mencapai rekor tertinggi sebesar USD 523 (sekitar Rp 8,7 juta). Dampak lainnya, produsen diprediksi tidak bisa lagi memproduksi ponsel dengan harga di bawah USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta).
Sektor penjualan juga diperkirakan akan terpukul keras. IDC memperkirakan volume penjualan ponsel pintar pada tahun 2026 akan turun 12,9% menjadi 1,12 miliar unit—level terendah dalam lebih dari satu dekade.
