3. Gigi goyang atau gigi tanggal: Peradangan kronis dapat merusak jaringan penyangga gigi sehingga menyebabkan gigi goyang dan berisiko tanggal jika tidak ditangani.
4. Nyeri saat mengunyah: Gusi bengkak yang tidak diobati dapat membuat nyeri saat mengunyah, mengganggu pola makan, dan mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
5. Gusi terlepas dari gigi dan memutih: Perubahan ini menandakan adanya kerusakan pada jaringan dan tulang di sekitar gusi, sehingga infeksi lebih mudah masuk lebih dalam.
6. Perubahan gigitan: Rusaknya gusi dan tulang dapat menggeser posisi gigi sehingga menyebabkan perubahan cara mengatupkan gigi saat menutup mulut.
7. Resesi gusi (penyusutan gusi): Gusi yang surut membuat akar gigi lebih terbuka, meningkatkan sensitivitas, dan memudahkan bakteri masuk ke jaringan gigi.
8. Kehilangan tulang rahang: Infeksi yang tidak diobati dapat menyebar ke tulang penyangga gigi, menyebabkan kehilangan dan meningkatkan risiko kehilangan gigi permanen.
9. Gingivitis dan periodontitis kronis: Kedua kondisi ini secara bertahap dapat merusak jaringan gusi dan tulang penyangga gigi, sehingga memperburuk kerusakan mulut jika tidak segera ditangani.
10. Kerusakan gigi: Kondisi gusi yang meradang dan tidak diobati dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi, termasuk pembusukan akibat bakteri yang berkembang di sekitar gusi dan akar gigi.

