Awalnya minuman ini lahir dari teknik fermentasi dan pengawetan makanan menggunakan campuran beras, air dan koji, jamur berserabut yang juga digunakan untuk membuat miso, natto, dan kecap. Campuran tersebut direbus selama delapan hingga sepuluh jam, menghasilkan minuman yang kaya nutrisi dan bakteri baik untuk pencernaan.
Popularitas amazake begitu besar sehingga tercatat dalam Nihon Shoki, teks sejarah resmi tertua di Jepang, yang disusun pada tahun 720 Masehi. Seiring berjalannya waktu, minuman ini mengalami naik turun.

