studiopena.com, Jakarta – Intensitas curah hujan yang tinggi memicu peningkatan bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah kemudian menggunakan modifikasi cuaca sebagai solusinya. Modifikasi cuaca juga dianggap sebagai jalan pintas untuk mengurangi potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan mengatakan, modifikasi cuaca memang bisa menjadi upaya meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi. Namun hal ini hanya bersifat jangka pendek dan belum menyentuh akar permasalahannya.
Modifikasi cuaca penting sebagai upaya mitigasi, namun perlu digarisbawahi bahwa ini bukan solusi permanen. Itu (modifikasi cuaca) tidak menyelesaikan penyebab utama bencana hidrometeorologi, kata Sonni, dalam keterangannya, Rabu, 4 Februari 2026.

