Wisatawan asal Dubai yang biasanya dikenal sebagai destinasi aman dan mewah, berupaya mengungsi dengan melakukan perjalanan darat ke Muscat, Oman, yang berjarak sekitar empat jam perjalanan, atau ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi, yang berjarak lebih dari 10 jam.
Mereka kemudian menaiki salah satu dari sedikit penerbangan komersial yang tersedia atau menggunakan penerbangan jet pribadi, yang biayanya melonjak sejak dimulainya perang. “Permintaan sangat tinggi, dan kami tidak dapat menyediakan cukup pesawat untuk memenuhi permintaan tersebut,” kata Altay Kula, CEO JET-VIP, sebuah perusahaan pialang jet swasta yang berbasis di Perancis.
Menurut Kula, penerbangan charter dengan jet pribadi yang mampu menampung hingga 16 penumpang dari Riyadh ke Porto di Portugal biasanya menelan biaya sekitar 100 ribu euro (sekitar Rp 1,9 miliar), namun kini biayanya meningkat dua kali lipat.

