Selama berkarir di AMD, Rayfield berperan dalam pengembangan perangkat Copilot+ PC berbasis seri Ryzen AI 300, bekerja sama dengan Microsoft. Selama di Intel, ia memimpin divisi Client AI dan Visual Processing Unit (VPU) IP, dengan fokus pada grafis, akselerasi AI, dan arsitektur komputasi.
Masuknya Rayfield ke dalam Samsung terjadi pada saat yang genting. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu mendorong generasi terbaru Exynos berbasis fabrikasi 2nm, termasuk Exynos 2600 yang diproyeksikan akan mengisi sebagian lini andalan Galaxy mendatang.

