CEO Meta, Mark Zuckerberg, menjelaskan dalam sidang tersebut bahwa terdapat perbedaan pendapat internal di Meta, termasuk email dari Wakil Presiden Desain Produk dan Inovasi, Margaret Stewart, yang menyatakan bahwa dirinya tetap mendukung keputusan akhir Zuckerberg meski menilai langkah tersebut berisiko.
Stewart juga mengatakan pengalaman pribadi keluarganya memberikan pengetahuan langsung tentang dugaan bahaya tersebut.
