studiopena.com, Jakarta – Bali, yang telah dipenuhi dengan wisatawan dan juga untuk sektor pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (tikus), sekarang dilaporkan mengalami pukulan besar karena kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Pemotongan besar -besaran pada anggaran perjalanan resmi dan implementasi acara di Star Hotels telah membuat industri ini tersandung.
Wisatawan yang datang ke Bali, terutama wisatawan asing (wisatawan) masih cukup banyak. Tetapi mayoritas dari mereka berasal dari segmen rendah rendah yang lebih suka tinggal di villa wisma pribadi, atau apartemen. Akibatnya, hotel bintang kehilangan banyak pelanggan, terutama dari sektor tikus.
Dampak efisiensi ini tidak hanya terjadi di Bali, tetapi di hampir semua kota besar di Indonesia. Ini diakui oleh Wakil Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (Phri) Maulana Yusran.
Dia mengatakan, tidak hanya di Bali tetapi di semua wilayah di Indonesia juga memengaruhi kebijakan pembantaian anggaran ini, karena sebagian besar pendapatan hotel tergantung pada memegang peristiwa di hotel, terutama acara yang dipegang oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi/regional.
“Untuk menginap, sebagian besar tamu ramai di akhir pekan, jika di hari kerja itu tidak begitu banyak kecuali di musim liburan. Oleh karena itu, hampir semua hotel mengandalkan pendapatan dari tikus, terutama yang dipegang oleh pemerintah pusat dan daerah yang biasanya diadakan pada hari kerja,” kata pria yang akrab dengan ALAN ke tim Liefyle LiGutan6.com, Kamis, Kamis, Kamis 2025.
“Dengan anggaran ini Pemonoman, hampir semua acara yang diadakan di hotel berkurang secara drastis. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh hotel tetapi juga pihak -pihak yang terkait dengannya termasuk MSM karena banyak hotel yang membeli kebutuhan mereka dari MSM,” lanjutnya.
Dia menambahkan, dampak kebijakan pendapatan hotel dapat dikurangi 40 hingga 60 persen, bahkan hingga 70 persen di daerah tertentu. Penurunan itu juga dialami oleh hotel di Bali, karena mereka tidak hanya bermain wisatawan tetapi juga tikus.