“Cahaya memiliki efek yang kuat pada otak,” kata Dr. Amin kepada Fox News Digital, dikutip NY Post, Selasa 11 November 2025.
Proses ini terjadi melalui saluran retinohipotalamus, yaitu jalur yang menghubungkan mata Anda langsung ke jam utama tubuh di otak, yang disebut nukleus suprachiasmatic. Saat mata mendeteksi cahaya terang dan cahaya biru, seperti dari layar ponsel atau lampu neon, otak mendapat sinyal untuk bangun.
Sinyal ini bekerja dengan meningkatkan hormon stres kortisol dan menekan produksi melatonin yang dikenal sebagai hormon tidur. Sebaliknya, saat lampu mati atau sangat redup, otak menerima pesan sebaliknya.

