Di jalanan yang berkelok-kelok, Anda akan menemukan amazake, minuman beras fermentasi ringan non-alkohol, yang menurut petunjuk bahasa Inggris dapat disajikan panas atau dingin.
Minuman super yang lembut dan sedikit manis ini terasa seperti hadiah setelah melakukan perjalanan fisik—seperti kombucha yang memulihkan energi. Namun, yang dibeli dengan harga 400 yen (sekitar Rp 43 ribu) lebih dari sekedar minuman.
Seteguk amazake adalah bagian dari sejarah kuliner Jepang, yang menyimpan warisan cita rasa dan tradisi yang telah diwariskan selama berabad-abad. Amazake pertama kali dikembangkan pada zaman Kofun, sekitar tahun 250–538 Masehi.

