Site icon studiopena

Cara mengatasi kebiasaan “mendengkur” agar tidur lebih nyenyak dan sehat

Cara atasi kebiasaan "ngorok" supaya tidur lebih pulas dan sehat

Jakarta (studiopena.com) – Mendengkur atau dalam istilah medis disebut “mendengkur” seringkali hanya dianggap sebagai gangguan tidur ringan.

Namun, suara napas yang keras saat tidur bisa menjadi gejala kondisi yang lebih serius, seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA), yang dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan jangka panjang.

Saat seseorang tidur, otot-otot di daerah tenggorokan menjadi rileks. Jika relaksasi ini menyebabkan saluran napas bagian atas menyempit atau bahkan tertutup, aliran udara menjadi terbatas dan menimbulkan getaran pada jaringan sekitar tenggorokan sehingga menimbulkan bunyi dengkuran.

Dalam banyak kasus, mendengkur merupakan gejala kesehatan. Namun pada kondisi OSA, saluran pernafasan tidak hanya menyempit tetapi juga terhenti sementara, sehingga oksigen dalam darah turun, dan tubuh terbangun sebentar tanpa sadar untuk bernapas kembali.

Kondisi ini sering kali ditandai dengan dengkuran keras dan rasa mengantuk atau tidak terasa segar saat bangun dari tidur.

Oleh karena itu, selain kenyamanan, pengendalian mendengkur juga penting dilakukan agar kualitas tidur lebih baik dan risiko komplikasi kesehatan dapat dikurangi.

Faktor pemicu

Beberapa hal yang diketahui meningkatkan peluang seseorang mendengkur atau mengalami OSA studiopena.com lain:

1. Berbaring tidur dalam posisi terlentang, yang membuat jaringan lidah dan tenggorokan jatuh ke belakang dan mempersempit salurannya.

2. Berat badan berlebih atau obesitas, dimana kelebihan jaringan lemak di sekitar leher atau tenggorokan dapat memberikan tekanan pada saluran pernafasan.

3. Mengkonsumsi alkohol atau obat penenang sebelum tidur. Hal ini sering kali menyebabkan otot tenggorokan menjadi lebih rileks sehingga lebih mudah menutup saluran napas.

4. Kelainan anatomi, seperti deviasi septum hidung, pembesaran amandel, atau penyempitan saluran napas bawaan.

5. Kurang tidur atau pola tidur yang buruk sehingga dapat memperburuk kualitas otot saluran napas.

Bagaimana cara mencegahnya

Untuk menghindari risiko penyakit akibat tidur “mendengkur”, berikut tips mencegah mendengkur yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, menurut berbagai sumber kesehatan.

1. Ubah posisi tidur menjadi menyamping (bukan telentang)

Tidur miring dapat menjaga jaringan lidah dan tenggorokan Anda tidak jatuh ke belakang dan mengurangi risiko penutupan saluran napas.

Jika Anda selalu tidur telentang, coba jahit bola tenis di bagian belakang baju Anda. Jadi, ketika posisi tidur Anda dibalik, Anda akan merasa tidak nyaman dan tubuh Anda akan kembali ke posisi miring.

2. Menurunkan berat badan

Menurunkan berat badan dapat mengurangi jaringan lemak di leher atau tenggorokan yang menekan saluran napas, sehingga dengkuran bisa berkurang atau hilang.

3. Hindari alkohol dan obat penenang sebelum tidur

Kedua zat ini membuat otot tenggorokan menjadi sangat rileks saat tidur, sehingga saluran pernafasan lebih mudah menyempit atau menutup. Oleh karena itu, hindari konsumsi alkohol dan obat penenang secara berlebihan.

4. Mengobati hidung tersumbat atau bermasalah

Jika Anda memiliki alergi, seperti septum yang menyimpang atau hidung tersumbat, Anda sering bernapas melalui mulut dan risiko mendengkur juga akan meningkat.

Penanganan yang tepat dapat berupa konsumsi steroid semprot atau konsultasi langsung ke dokter untuk penyembuhan.

5. Lakukan aktivitas fisik secara teratur dan jaga kualitas tidur

Olahraga dapat memberikan efek menjaga berat badan tetap ideal dan menjaga kekencangan otot tenggorokan. Kemudian, menjaga pola tidur yang berkualitas dengan durasi tujuh jam untuk orang dewasa, dan 10-13 jam untuk anak-anak dan remaja.

6. Tinggikan posisi kepala saat tidur

Angkat kepala sekitar 10-15 cm atau letakkan beberapa bantal agar kepala lebih tinggi. Hal ini dapat membantu aliran udara pernapasan lebih lancar dan mengurangi getaran saluran pernapasan.

7. Gunakan strip hidung

Strip perekat yang dipasang di bagian luar pangkal hidung juga dapat memperlebar area saluran hidung, sehingga memudahkan aliran pernapasan.

Jika Anda sudah melakukan perubahan gaya hidup tersebut namun masih sering mendengkur dengan keras atau disertai gejala seperti sesak napas saat tidur, terbangun tiba-tiba dengan sesak napas, mulut kering di pagi hari, rasa kantuk yang berat di siang hari, maka Anda memerlukan konsultasi medis.

Baca juga: Dokter: Berhentinya pernapasan saat tidur juga bisa terjadi pada anak-anak

Baca juga: Lima Cara “Melatih Lidah” untuk Mengatasi Kebiasaan Mendengkur Saat Tidur

Baca juga: Dokter Spesialis Anak Ingatkan Bahaya Mendengkur Bagi Kesehatan Anak

Wartawan : Putri Atika Chairulia
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © studiopena.com 2025

Dilarang keras mengambil konten, crawling, atau pengindeksan otomatis AI pada situs ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita studiopena.com.

Exit mobile version